Cara Membedakan Ciri-ciri Murai Batu Jantan dan Betina

Membedakan Murai Batu Jantan dan Betina – Burung yang memiliki nama latin Copychus malabaricus ini, ternyata mulai banyak dipelihara oleh para kicau mania tanah air. Tak hanya sekedar ditangkar untuk dinikmati kemerduan dan keragaman variasi suaranya saja, tetapi burung yang mempunyai ekor panjang ini juga kerap dijadikan sebagai burung kontes layaknya kacer, cucak ijo, lovebird, kenari, dan pleci. Disamping keelokan suara gacornya, murai batu mengusung harga yang bisa dibilang cukup fantastis, meski itu masih dalam keadaan trotolan atau anakan. (Baca : Suara Murai Batu)

Cara Membedakan Ciri-ciri Murai Batu Jantan dan Betina

Murai Batu Jantan Anakan (ahmad221 – kaskus)

Apabila berminat untuk menangkar burung dari genus Copsychus ini, ada baiknya jika memilih anakan maupun bakalan yang bagus. Selain itu, pemilihan jenis kelamin juga banyak dibilang bisa menentukan prospek murai batu untuk kedepannya. Sebagaimana ungkapan beberapa pihak kicau mania yang rata-rata memaparkan kalau yang mempunyai potensi lebih mumpuni ialah murai batu jantan dibandingkan betina. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh pejantan adalah pada segi suara gacorn-nya, yang mana lebih lantang dan bervariasi daripada betinanya.

Sehubungan dengan perihal tersebut, jika ingin menangkar atau membeli burung dari keluarga Muscicapidae ini, supaya nantinya tidak terjadi kesalahpahaman ketika terlanjur memilihnya, maka sebaiknya mengetahui cara membedakan ciri murai jantan dan betina terlebih dahulu. Sekilas tampilan luar atau ciri fisik jenis burung ini memang mirip antara pejantan dan betinanya. Tidak seperti cucak ijo, dimana kedua jenis kelaminnya memiliki ciri warna bulu dagu yang berbeda. Meski ciri fisik masing-masing jenis kelamin yang terdapat pada murai hampir serupa, akan tetapi masih ada beberapa cara yang bisa dijadikan untuk membedakannya.

Salah satu perbedaan ciri pejantan dan betina adalah pada tubuh dan warna bulunya, akan tetapi ciri-ciri ini masih bersifat relatif dan belum terbukti 100% akurasinya. Disamping itu, jika hendak memperbandingan melalui metode ini, maka diharuskan ada dua ekor burung sekaligus. Tujuannya supaya burung bisa diperbandingkan antara satu sama lain. Semisal apabila tubuh burung A berukuran lebih besar daripada B, dapat dipastikan kalau burung A adalah pejantan-nya. Selain dengan metode sedemikian rupa, dalam membedakan murai batu jantan dan betina, ada banyak cara lagi yang bisa dijadikan sebagai pembanding, selebihnya simak informasi berikut:

Ciri-ciri Murai Batu Jantan Trotolan

  • Kepala lebih besar dengan bentuk persegi
  • Mata terlihat agak menonjol
  • Paruh relatif lebih lebar
  • Tubuh besar dan berukuran lebih panjang
  • Terdapat bintik-bintik coklat di bagian sayap dan dada
  • Suara bernada rendah atau nge-bass

Ciri-ciri Murai Batu Betina Trotolan

  • Kepala cenderung kecil dengan bentuk bulat
  • Mata tidak terlalu menonjol layaknya jenis jantan
  • Paruh lebih tipis, dan jika diamati dari atas kepala akan terlihat lancip
  • Tubuh cenderung kecil dan pendek
  • Biasanya terdapat bulu tipis dan panjang berwarna coklat bercampur putih di bagian dada
  • Suara bernada tinggi / treble.

Ciri-ciri Murai Jantan Bakalan

  • Bodi terlihat lebih gemuk
  • Paruh relatif panjang dan tebal
  • Kepala berukuran lebih besar
  • Jari lebih panjang dengan kulit yang agak kasar
  • Ketika berkicau terdapat jeda dengan nada yang selalu beda.

Ciri-ciri Murai Betina Bakalan

  • Bodi ramping dan kecil
  • Paruh bengkok dan agak tipis
  • Kepala berukuran lebih kecil
  • Kulit kaki lebih halus dengan jari yang pendek
  • Suaranya rapat tanpa jeda, tetapi nada-nya selalu sama.

Ciri-ciri Murai Batu Jantan Dewasa

  • Ukuran tubuh lebih besar
  • Bulu hitam lebih pekat dan mengkilap
  • Bulu coklat di bagian dada lebih gelap
  • Ekor berukuran lebih panjang dengan bulu yang tebal
  • Kepala berukuran lebih besar
  • Mata terlihat agak menonjol keluar
  • Paruh panjang dan tebal
  • Kaki lebih tebal, panjang, dan kokoh
  • Jika diraba, pubis atau tulang supit terasa lebih keras
  • Suara lantang dan lebih bervariasi.

Ciri-ciri Murai Batu Betina Dewasa

  • Tubuh berukuran lebih kecil
  • Bulu hitam terlihat kusam (keabu-abuan) dan tidak mengkilap
  • Bulu coklat yang terdapat di bagian dada berwarna lebih muda
  • Warna putih yang ada di bagian bulu punggung terlihat lebih kecil atau menyempit
  • Ekor berukuran cenderung lebih kecil dan pendek
  • Kepala berukuran lebih kecil
  • Mata tidak terlalu menonjol keluar layaknya jantan
  • Paruh kecil dan pendek
  • Kaki lebih pendek dan kecil dengan tulang yang tipis
  • Pubis atau tulang supit terasa lunak dan renggang jika diraba
  • Saat berkicau suaranya terdengar cenderung lebih pelan dan monoton (kurang bervariasi).

Ciri murai batu jantan dan betina seperti di atas, merupakan tolak ukur yang bersifat relatif. Meskipun begitu, beberapa ciri-ciri tersebut telah banyak dibuktikan oleh para kicau mania dan dapat diterima dengan baik. Apabila masih was-was dengan perbandingan sedemikian rupa, ketika hendak membeli maka bisa mengajak rekan-rekan yang memiliki jam terbang tinggi mengenai aneka macam jenis burung berkicau. Dengan begitu, burung yang didapatkan maka akan berkemungkinan lebih besar kalau ia adalah pejantan.

Source:

gambar murai jantan dan betina, murai betina, ciri murai betina, murai medan betina, ciri ciri murai betina, gambar murai batu betina, murai jantan, murai batu medan betina, gambar murai betina, ciri murai medan betina