Informasi Ciri-ciri dan Gambar Jalak Suren

Aneka Jenis burung Jalak tidak hanya diakui lantaran kapastitasnya yang dapat meniru suara manusia, namun ada beberapa kemampuan lain yang notabenya juga teramat mengagumkan dalam segi power kicauan. Salah satu jenis Jalak yang mungkin paling menonjol ialah Jalak Suren. Selain mempunyai kepintaran yang dapat meniru suara manusia layaknya Beo, Burung Jalak yang mempunyai kombinasi warna hitam dan putih tersebut juga memiliki power suara yang bisa dibilang lebih berkarakter dan paling mencolok daripada semua jenis burung Jalak lain.

Gambar Jalak Suren

Jalak Suren (allif1983 – kaskus)

Kelebihan yang dimiliki oleh burung yang bernama latin (ilmiah) Sturnus contra tersebut tentu sudah tidak asing lagi di kalangan para pecinta burung di Indonesia. Dimana jalak suren memang dari dulu sudah masuk dalam kategori burung peliharaan terfavorit yang kerap dijadikan ikon utama di setiap ajang kejuaraan maupun kontes gantangan di berbagai daerah di Tanah Air. Meskipun harga Jalak Suren rata-rata di pasaran terbilang lebih mahal jika dibandingkan dengan sejenisnya, namun kebanyakan masyarakat saat ini lebih tertarik untuk memelihara Jalak Suren ketimbang jenis Jalak yang lain.

Terlepas dari itu semua, pada dasarnya burung Jalak Suren yang ada di Indonesia sendiri terdapat dalam berbagai macam sub-spesies (ras). Hanya saja yang paling populer dan diminati oleh masyarakat ialah Jalak Suren Jawa (gracupica contra jalla) dan Kalimantan (Gracupica contra floweri). Meskipun ada banyak perbedaan dari segi harga dan ciri fisik, namun untuk kedua jenis burung jalak suren ini diyakini mempunyai kelebihan suara gacor maupun ngeroll yang sama serta tak jarang juga digunakan untuk bahan isian memaster jenis burung penyanyi lain. (Baca : Suara Jalak Suren)

Jalak Suren (pied myna) merupakan unggas pengicau dari keluarga Sturnidae yang hampir menyebar keseluruh anak benua India hingga ke negara-negara Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri salah satu jenis burung jalak yang satu ini lebih banyak ditemui di alam liar pulau Jawa, Kalimantan dan Bali. Di habitat asli, Jalak Suren kerap menghabiskan waktu di berbagai tempat yang cenderung lembab seperti hutan magrove, ladang basah, pinggiran hutan yang dekat dengan perairan dan sebagainya. Pada saat memasuki musim reproduksi, Jalak Suren Betina mampu mengeluarkan 4 hingga 6 butir telur yang ditempatkan di lubang-lubang pohon besar dan tinggi.

Ciri Jalak Suren

Ciri-ciri burung Jalak Suren paling otentik yang biasanya juga digunakan para penghobi ialah dari segi ukuran maupun warna tubuh. Panjang tubuh Jenis Jalak yang satu ini relatif sedang, yakni rata-rata berkisar antara 20 hingga 24 cm. Untuk Jalak Suren Jantan, biasanya bagian punggung dan leher bewarna hitam klimis. Warna putihnya terlihat lebih bersih serta di bagian anusnya terdapat warna biru gelap. Namun warna biru tersebut juga dipengaruhi oleh segi umur. Jika masih trotol ataupun piyik, warna biru di bagian anusnya tersebut agak kurang kelihatan.

Berbeda lagi dengan si betina. Burung Jalak Suren betina mempunyai cukup banyak perbedaan dengan si Jantan. Ukuran kepalanya terlihat agak ramping. Ukuran maupun bentuk badanya cenderung lebih bulat serta warna hitam dan oranye pada tubuhnya terlihat agak kusam. Sementara itu, dari segi mental juga sangat berbeda. Saat berkicau betina tidak mempunyai tingkah laku seperti si Jantan yang mampu berkicau sambil membusungkan dada. Dan kicauan burung Jalak Suren betina juga dinilai terlalu monoton, tidak seperti jantan yang lebih bervariasi.

Kandang Jalak Suren

Jalak suren tidak sama dengan burung pengicau kebanyakan, karena ia mempunyai ukuran tubuh lebih besar. Terlebih lagi burung Jalak Suren dikenal sebagai burung yang sedikit jorok. Oleh itu selain dari segi ukuran, para pemelihara maupun pembudidaya harus terus memperhatikan kebersihan kandangnya. Idealnya ukuran kandang atau sangkar jalak suren berukuran 100 x 175 x 200 cm. Alangkah lebih baik, jika kandang atau sangkar terbuat dari bahan-bahan kuat, misalnya kawat dan sebagainya. Tidak lupa, di dalam kandang juga harus disediakan sedikitnya 4 baskom untuk tempat makanan voer, EF,  air minum dan air mandi. Selain itu tangkringan untuk ia bertengger, sebisa mungkin terbuat dari kayu yang mempunyai permukaan yang tidak terlalu kasar atau tidak terlalu licin (sedang).

Perawatan dan Setelan Harian Jalak Suren

Sebelum melakukan proses pemandian (semprot atau baskom tergantung kebiasaan), lebih baik angin-anginkan burung lebih dulu setidaknya selama 30 menit. Setelah mandi, entah itu pada saat pagi ataupun sore hari, biarkan ia berjemur dulu maksimal selama 2-3 jam sampai badannya kering. Sembari menunggu badannya kering, para pemilik bisa mengganti pakan dan air minumnya dengan yang baru. Dikutip dari omkicau.com, Jalak Suren agar cepat dan rajin bunyi biasanya tergantung pakan voer yang diberikan. Alangkah lebih baik, Voer yang diberikan mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi seperti Voer lele dan Ayam yang diberikan secara selingan (berjangka).

Selain itu, para pemelihara juga harus memberikan makanan selingan buah-buahan sebagai asupan vitamin tambahan seperti pisang kepok, pepaya dan Apel. Untuk masalah makanan EF (extra fooding) juga musti diperhatikan karena takarannya harus pas supaya tidak berkabibat fatal untuk si burung. Jika semisal EF yang diberikan berupa jangkrik, alangkah lebih baik dalam sehari berikan 5 ekor saja, pada waktu pagi 3 ekor dan sore 2 ekor. Jika semisal EF kroto, takaran yang standar sebanyak 1 sendok teh yang cukup diberikan 2 kali dalam seminggu. Lakukan hal ini setiap hari dan secara terjadwal.

Source:

jalak suren betina, cara membedakan jalak suren jantan dan betina trotolan, foto jalak suren sepasang, gambar burung jalak suren, gambar jalak suren betina, gambar jalak suren dari kecil mpe sdh tua, gambar jalak suren jantan dan betina yang masih anakan, gambar jalk suren, jakak suren tro, jalak suren anakan