Jenis-Jenis Burung Jalak Lengkap dengan Gambar

Fenomena penghobi burung di Indonesia sangat beragam. Selain menginginkan burung dengan tubuh indah dan kicauan merdu, tidak sedikit masyarakat yang juga menginginkan burung dengan kelebihan yang berbeda. Bahkan bila perlu tidak hanya mempunyai suara yang merdu dan khas, melainkan juga menginginkan burung yang bisa meniru suara manusia (Baca : Suara Jalak Suren). Mungkin jenis burung yang mempunyai bakat tersebut cukup pantas bila ditujukan untuk semua burung dari keluarga Sturnidae (jalak). Semua jenis Jalak yang di Tanah Air sendiri pada dasarnya terdapat 26 spesies, namun yang paling populer dan bisa dilatih bicara hanya ada beberapa. Diantaranya ialah burung Beo, Jalak Suren, Nias, Kerbau, Bali, Putih dan Thailand.

Hanya saja kepopuleran aneka jenis burung jalak untuk sekarang ini tidak seramai dulu. Sebelum datangya berbagai jenis burung pengicau jenis baru, pada tahun 90-an burung jalak sempat merajai pangsa pasar burung pengicau di Tanah Air. Berbeda dengan sekarang, masyarakat saat ini tampaknya lebih tertarik untuk memelihara jenis burung papan atas lain seperti Murai Batu dan Cucak Ijo. Meskipun harga jalak yang di pasaran sendiri dibanderol lebih murah, namun kebanyakan masyarakat tampaknya lebih tertarik untuk memelihara kedua jenis burung tersebut. Alasanya pun bermacam-macam. Disamping perawatannya lebih gampang serta biaya pakan lebih irit, Murai Batu dan Cucak Ijo juga dinilai lebih bersih daripada burung Jalak.

Meskipun terlihat demikian, rasanya jika sudah menyinggung soal selera sudah pasti berbeda lagi. Memang benar Jalak dikenal sebagai burung yang selalu kelaparan dan jorok, namun sebagian masyarakat khususnya untuk para pecinta burung jalak mempunyai pandangan lain. Meski memelihara burung Jalak memang bukan pekerjaan mudah karena diperlukan kesabaran dan biaya yang lebih, namun semua dinilai sangat sepadan dengan kelebihan yang dimiliki burung Jalak. Dimana Jalak dinilai lebih mempunyai tingkat kecerdasan di atas rata-rata jika dibandingkan dengan burung pengicau lain. Disamping mempunyai bakat mampu meniru suara manusia, burung jalak juga kerap disebut sebagai burung penjaga rumah karena mampu mengeluarkan suara yang lebih keras saat merasa ada orang asing menghampirinya.

Sayangnya bagi masyarakat yang semisal tertarik untuk memelihara maupu menangkar burung Jalak, saat ini tidak sepenuhnya diperbolehkan. Dimana dua jenis diantaranya, yakni Jalak Bali dan Putih telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai satwa yang langka. Hal tersebut juga bisa dilihat di lampiran pemerintah no 7 tahun 1999 yang berisi tentang flora dan fauna yang dilindungi. Meskipun saat ini sudah banyak lembaga konservasi dan museum yang mengadakan program pembudidayaan kedua jenis burung jalak tersebut, namun bagi calon pemelihara maupun penangkar saat ini harus tetap memenuhi syarat atau ketentuan dari pemerintah jika tidak mau berurusan dengan hukum. Berikut macam jenis burung Jalak lengkap dengan gambar, baik yang terpopuler maupun yang dilindungi di Indonesia:

1. Burung Beo / Tiong Emas/ Mamiang (Gracula religiosa)

Gambar Burung Beo

Burung Beo (kapalo.paniang – kaskus)

Common hill myna atau Burung Beo, adalah satu sub-spesies yang mungkin pantas bila ia disebut sebagai jenis jalak paling populer dalam soal hal meniru suara manusia. Bisa dibilang, tingkat kecerdasan burung Tiong Emas dan Mamiang ini paling kelihatan jika dibandingkan dengan jenis keluarga Sturnidae lainnya. Kepintaran burung yang bernama latin ini juga akan semakin menjadi, jika ia dilatih sejak piyik ataupun trotol. Jenis ini sendiri pada dasarnya juga terbagi dalam 4 sub-spesies yang diantaranya seperti Beo biasa, Nias, Enggano dan Srilangka. Di habitat asli, jenis ini biasanya kerap terlihat di lahan dan hutan-hutan tropis pada ketinggian 1000 sampai 2000 meter di atas permukaan laut. Peta penyebarannya paling banyak meliputi Srilangka, India, Filipina, Pulau Jawa dan Kepulauan Sunda kecil.

2. Jalak Suren / Jalak Uren (Sturnus contra)

Gambar Jalak Suren

Jalak Suren (allif1983 – kaskus)

Pied myna atau lebih populer dengan nama burung jalak Suren merupakan salah jenis yang bisa dibilang lebih mempunyai bakat yang menonjol lain daripada dalam hal meniru suara manusia. Burung yang bernama latin Sturnus contra ini dinilai banyak penghobi lebih mempunyai suara gacor yang lebih berkarakter dan keras. Selain itu, suaranya sendiri juga dianggap lebih cocok untuk bahan isian memaster jenis burung pengicau lain. Panjang tubuhnya rata-rata bisa mencapai 24 cm. Di alam liar jenis ini sering terlihat terbang dengan akselerasi tak terlalu cepat di dataran maupun perbukitan rendah di antara ketinggian 600 hingga 700 di atas permukaan laut. Wilayah penyebaran paling banyak di Tanah Air sendiri meliputi Pulau Bali, Jawa dan Sumatera.

3. Jalak Nias / Jalak Kerak Ungu (Acridotheres tristis)

Gambar Jalak Nias

Jalak Nias (tsukma – kaskus)

Literatur nama yang diberikan oleh para ahli ornitholog Indonesia kepada jenis yang satu ini adalah burung Kerak Ungu. Selain itu, burung ini juga cukup populer dengan nama Jalak Nias. Hanya saja embel-embel Nias untuk jenis spesies yang satu ini bukan berarti jenis unggas ini dari pulau Nias Sumatera. Lebih tepatnya nama tersebut hanya berupa istilah saja, karena dulu secara kebetulan jenis ini paling banyak ditemui di Pulau Nias. Ia mempunyai ciri jambul bewarna hitam klimis dan hampir seluruh bagian tubuhnya didominasi warna cokelat. Spesies bukan burung endemik Indonesia melainkan ia juga banyak ditemukan di negara India, Afganistan, China Barat Daya dan Asia Tenggara. Di habitat asli, jenis ini biasanya menyukai dataran tinggi pada ketinggian 2000 – 3000 meter dpl.

4. Jalak Kerbau / Jalak Kebo / Jalak Penyu / Jalak Hitam  (Acridotheres javanicus)

Gambar Jalak Kerbau

Jalak Kerbau (lipkee – flickr)

Javan myna atau para penghobi burung lebih mengenalnya dengan nama burung Jalak Kerbau. Bisa dibilang, jenis inilah yang menjadi favorit untuk dipelihara bagi kebanyakan masyarakat Jawa. Burung yang juga sangat familiar dengan nama Jalak Kebo dan penyu memang mempunyai keunggulan dan kebiasaan hidup yang cukup menarik jika dibandingkan dengan jenis keluarga Sturnidae lain. Sesuai dengan nama yang diberikan, di habitat asli ia sering berlalu lalang di pemukiman penduduk seperti persawahan, perkarangan rumah dan perkebunan. Untuk mencari makan, biasanya ia gemar bertengger di punggung-punggung kerbau untuk mencari kutu. Selain itu, burung yang bernama latin Acridotheres javanicus ini juga gemar berada di permukaan tanah untuk mencari pakan serangga kecil lainnya seperti Jangkrik, ulat, cacing dan sebagainya.

5. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

Gambar Jalak Bali

Jalak Bali (tomsaint – flickr)

Jika dilihat dari bentuk fisik maupun warna tubuhnya saja, pantas bila Jalak Bali merupakan hewan yang sangat langka dan dilindungi. Burung yang bernama ilmiah Leucopsar rothschildi ini memang mempunyai tubuh yang menawan yang sangat memanjakan mata. Selain itu, suara dari burung yang sudah menjadi ikon provinsi Bali ini juga dunilai sangat berkarakter. Untuk mengenali jenis jalak ini juga tidak begitu sulit, karena ia mempunyai ciri tubuh yang sangat khas. Pada bagian sekitar matanya terdapat warna biru yang menyerupai topeng dan sayap maupun ekornya bewarna hitam. Untuk selebihnya, hampir seluruh bagian tubuhnya bewarna putih. Burung endemik pulau Dewata ini berukuran sedang. Saat menginjak usia dewasa, panjang tubuhnya bisa mencapai 20 – 25 cm.

6. Jalak Putih / Jalak Bodas (Acridotheres Melanopterus)

Gambar Jalak Putih

Jalak Putih (92252798@N07 – flickr)

Acridotheres Melanopterus atau Jalak Putih adalah jenis kedua yang keberadaannya juga sangat dilindungi oleh pemerintah. Burung yang lebih dikenal oleh masyarakat Sunda dengan nama Jalak Bodas ini sekilas hampir mirip dengan sejenisnya yang ada di pulau Dewata. Hanya saja perbedaannya terdapat pada bagian sekitar matanya, yakni bewarna kuning. Untuk selebihnya terbilang sama. Baik dari segi kicauan maupun kepintaran, salah satu jenis burung jalak ini juga teramat mengagumkan. Makanan kesukaannya juga terbilang sama, yakni berupa biji-bijian, serangga kecil dan buah-buahan. Mengingat ia sebagai jenis burung endemik dan langka, wilayah penyebaraannya di Indonesia sendiri juga sangat terbatas yang meliputi pulau Jawa, Bali, Madura dan Lombok. Panjang tubuh untuk jenis ini juga relatif sedang yang hanya berkisar antara 20 – 23 cm.

7. Jalak Thailand / Hongkong (Sturnus Nigricollis)

Gambar Jalak Thailand

Jalak Thailand (kclama – flickr)

Ukuran tubuh Jalak Thailand atau Hongkong memang terbilang lebih besar daripada jenis burung jalak kebanyakan. Hanya saja pamornya saat ini tidak seramai dulu pada tahun 2000-an. Suara burung yang mempunyai literatur nama internasional black-collared starling ini juga cenderung lebih keras dan melengking. Uniknya ia juga terkadang bisa mengeluarkan kicauan seperti suara anak kecil yang terdengar sangat lucu. Untuk mengenalinya juga tidak begitu sulit, sebab warna tubuhnya hanya dominan bewarna hitam dan putih. Terlebih lagi ciri khasnya ialah terdapat warna hitam yang melingkar di lehernya. Burung yang bernama latin Sturnus Nigricollis ini paling banyak ditemukan di negara-negara kawasan Asia Tenggara seperti Laos, Myanmar, Thailand, Kamboja, Malaysia dan Indonesia. Di habitat asli, ia diketahui bisa bertahan di segala macam iklim, entah itu tropis maupun sub-tropis.

Source:

burung jalak, jenis burung jalak, jalak, jenis jalak, macam macam burung jalak, macam macam jalak dan harganya, jenis jenis burung jalak, macam macam jalak, gambar burung jalak, macam jenis jalak putih