Pengertian Kenari AF, AFs, YS, Lokal, Loper, F1, F2, F3, F4

Kenari termasuk burung yang mempunyai banyak jenis. Ragam jenis itu sendiri merupakan hasil perkawinan silang antara indukan jantan yang berbeda-beda. Biasanya kebanyakan penghobi menyebutnya dengan istilah Kenari AF, AFs, YS, Lokal, Loper, F1, F2, F3, F4 dan sebagainya. Pengertian atau singkatan yang dipakai sendiri sangat berasalan, sebab semua burung tersebut selalu dilahirkan dari indukan lain. Lebih tepatnya, bukan tidak mungkin nantinya masih ada beberapa istilah atau singkatan tambahan untuk sub-spesies (ras) baru.

Pengertian Kenari AF, AFs, YS, Lokal, Loper, F1, F2, F3, F4

Kenari YS (kolakasarlin – kaskus)

Jika semisal masih ada penghobi yang masih kebingungan apa itu sebenarnya pengertian embel-embel huruf F pada semua jenis Kenari pada dasarnya cukup mudah dimengerti. Hanya saja ada beberapa bagian lain yang mungkin barangkali perlu sedikit diluruskan. Khusus untuk istilah F1, F2, F3, F4 dan seterusnya, sebenarnya tidak hanya dimiliki oleh jenis burung Kenari saja. Dimana simbol F sendiri sebenarnya juga bisa berlaku untuk jenis burung lain seperti Murai Batu ataupun Cucak Ijo.

Hanya saja fenomena istilah simbol F1 sendiri lebih populer untuk jenis burung Kenari. Hal tersebut memang cukup wajar, mengingat Kenari sendiri merupakan jenis burung yang mempunyai perawakan dan kicauan yang sangat mengagumkan daripada jenis burung penyanyi kebanyakan. Keistimewaan tersebut tentunya sudah menjadi alasan yang cukup kuat, mengapa Kenari selalu dijadikan bahan eksperimen setiap penghobi. Tentunya upaya tersebut dilakukan untuk melahirkan sub-spesies (ras) baru dengan harapan lebih menarik dari sebelumnya, baik dari segi suara maupun keindahan tubuh. (Baca : Suara Kenari)

Istilah atau embel-embel huruf F sendiri merupakan kepanjangan dari kata Filal (keturunan). F1 sendiri bisa artinya merupakan keturunan pertama dari hasil perkawinan kenari lokal dengan jenis indukan utama. Indukan pertama sendiri biasanya juga disebut dengan istilah Parental (P). Biasanya P untuk burung kenari sendiri lebih ditujukan untuk Kenari Yorkshire, sebab ia memang merupakan indukan pertama. Sementara untuk pengertian F2 sendiri merupakan anakan dari Yorkshire dan F1. Untuk selengkapnya bisa disimak ulasan berikut ini:

  • Kenari YS: Istilah YS sendiri merupakan kepanjangan dari Yorkshire. Burung yang bentuk badannya sekilas mirip wortel yang terbalik tersebut adalah spesies yang pertama kali didatangkan dari Inggris dan sekaligus notabenya juga merupakan indukan pertama.
  • Kenari Lokal: Jenis yang satu ini merupakan sub-spesies (ras) kenari yang sudah ada dari dulu di Indonesia.
  • Kenari F1: hasil kawin silang antara Yorkshire dengan Lokal.
  • Kenari F2: hasil kawin silang antara Yorkshire dengan ras F1.
  • Kenari F3: hasil kawin silang antara Yorkshire dengan ras F2.
  • Kenari F4: hasil kawin silang antara Yorkshire dengan ras F3.
  • Kenari F5: hasil kawin silang antara Yorkshire dengan ras F4.
  • Kenari AF: hasil kawin silang antara F1 dengan ras Lokal.
  • Kenari AFs: jenis baru hasil kawin silang antara sesama jenis ras F1.
  • Kenari Loper: Merupakan kepanjangan dari lokal super yang dihasilkan dari perkawinan antara AF dengan Lokal.
  • Kenari Impor: Merupakan istilah jenis yang didatangkan dari luar negeri. Sebut saja seperti Yorkshire, Norwich, Norwegia dan sebagainya.

Yorkshire adalah indukan pertama yang melahirkan F1, F2, F3, F4, F5 dan seterusnya. Mungkin tak heran mengapa harga Yorkshire yang ada di pasaran sendiri terbilang lebih mahal daripada jenis Kenari lain. Bisa dibilang harga yang ditawarkan terbilang juga lebih mahal jika dibandingkan dengan Kenari Impor lain. Sebuah banderol yang mahal sendiri tentunya didasari berbagai hal. Selain mempunyai postur dan warna tubuh yang terlihat lebih gagah, bakat suara gacornya terdengar lebih berkarakter. Terlebih lagi sisi menjualnya juga cukup berasalan, karena ia memang memegang predikat sebagai indukan utama.

Source:

kenari af, suara burung ciblek f3